TNI: Titik Rawan di KPU, MK, dan Bawaslu
TNI: Titik Rawan di KPU, MK, dan Bawaslu, Jakarta: TNI terus bersiaga mengantisipasi potensi konflik pada saat penetapan pasangan presiden dan wapres terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli.
Kepala Puspen TNI Mayjen Fuad Basya di Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Tiur, Kamis (17/7/2014), menambahkan, potensi konflik bisa dipicu dari pengikut kandidat yang tidak terima dengan hasil pengumuman resmi pada 22 Juli.
Fuad memprediksi potensi kerawanan terbesar berada di kantor KPU, Mahkamah Konstitusi (MK), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
TNI, sambung dia, sudah menyiapkan 35 ribu pasukan untuk mendukung Polri. Pasukan itu berasal dari satuan pasukan elite Komando Cadangan Strategis TNI-AD (Kostrad), Kopassus TNI-AD, Marinir TNI-AL, dan Paskas TNI-AU.TNI: Titik Rawan di KPU, MK, dan Bawaslu
Pasukan TNI akan dilengkapi berbagai alat untuk mengatasi kerusuhan biasa, seperti tameng, pentungan, dan helm. Apabila kerusuhan meningkat, sambung Fuad, pasukan itu dilengkapi senjata dengan peluru hampa dan peluru karet.
(Hnr)

