Home » » Satu Jam Milik Kita

Satu Jam Milik Kita

Written by: Ubeg on Saturday, 3 August 2013 | 07:28



Waktu adalah penjahat. Dia adalah pencuri ulung dan pelari tercepat. Sebel aku kepadanya. Katanya satu hari berjumlah 24 jam, Halah! Bohong! Dusta! Untukku, waktu hanya memberi 1 jam dalam sehari. Waktu telah merampas 23 jam milikiku yang dihilangkannya entah kemana. Gila!!! Hanya ada 60 menit untuk bisa bercengkrama, bercerita, bercanda, membagi cinta, bercumbuan dan berkelut dalam asmara bersama kekasihku, sebab 23 jam lainnya telah dicuri oleh segudang pekerjaan, kegiatan sosial dan keagamaan, kuliah, belajar dan beristirahat.

Aku benci pada kata-kata "Happy weekend" karena kami tidak pernah mempunyai weekend. Mel kuliah penuh pada hari Sabtu, sedangkan pada hari Minggu gantian akulah yang penuh dengan kegiatan keagamaan dan mengajar anak jalanan. Jadi kapan kami weekend? kapan kami bisa punya hari nyengnyong? jawabku adalah "TIDAK ADA!" Bahkan libur hari raya atau libur nasional pun telah terisi jadwal kegiatan bersosialisasi dengan keluarga, kerabat, teman kerja, teman gereja atau pun teman kuliah.

Meski hidup bersama, namun aku merasa begitu jauh dari kekasihku. Ada banyak kisahku sepanjang hari ini yang belum didengar Mel, demikian juga ada banyak peristiwa dalam harinya yang belum terceritakan kepadaku. Kami jadi tak peka untuk membaca bahasa rindu, amarah, lelah dan gelisah.

Kadang kami hanya saling memandang tanpa kata, tubuh saling memeluk seakan ingin menyampaikan semua hal yang tak terceritakan. Kutangkap bahasa cintanya, namun tetap aku butuh waktu untuk berbicara banyak hal kepadanya. Aku ingin menceritakan tentang awan biru di pagi hari, tentang boss yang sedang sakit flu, tentang Tommy yang lupa menutup sereting celananya, tentang OB yang isterinya melahirkan, tentang HP-ku yang rusak, tentang pengendara motor yang hampir saja menabrak anak kecil, tentang anak-anak kecil yang giginya ompong namun tak berhenti tersenyum kepadaku, tentang hujan gerimis di sore hari, tentang dosen yang baru saja operasi gigi, tentang harga buku kuliah yang mahal, tentang tugas kuliah yang numpuk, tentang sahabat L yang baru saja jadian, tentang beberapa tulisan di Sepoci Kopi, tentang tetangga yang mau pinjam uang, tentang tanaman mawar kesayangan yang layu, tentang rice cooker yang rusak, tentang soup jagung yang kurang garam, tentang sabun cuci yang sudah habis, tentang tikus yang masuk ke dalam botol minyak, tentang ayam tetangga yang suka buang kotoran sembarangan, tentang camilan tempe yang enak, tentang deodoran yang sudah harus dibeli atau tentang sepatu yang sudah harus diganti. Banyak sekali kisah-kisah sederhana yang ingin aku sampaikan, namun semua ditelan oleh keangkuhan waktu.

Untungnya, aku dan Mel tidak pernah menyesali kehidupan yang kami jalani. Mungkin tak banyak kata terucap, tak banyak kisah terungkap, tapi ada banyak cinta yang membuat satu jam itu menjadi begitu berarti.
By: ummankblack T_uBg | seputar berita kita at: 07:28

Seputar Berita Kita

Popular Posts